Page 193 - Sejarah Sm2 Kelas XI BS press
P. 193

5. Agresi Militer II dan Penangkapan Pimpinan Negara

                       Sebelum macetnya perundingan  Renville  sudah  ada tanda-tanda  bahwa
                       Belanda akan melanggar persetujuan Renville. Oleh karena itu, pemerintah
                       RI dan TNI sudah memperhitungkan bahwa sewaktu-waktu Belanda akan
                       melakukan  aksi  militernya untuk  menghancurkan  RI  dengan  kekuatan
                       senjata. Untuk menghadapi kekuatan Belanda, maka dibentuk Markas Besar
                       Komando Djawa (MBKD) yang dipimpin oleh A.H. Nasution dan Hidayat.


                       Seperti yang  telah diduga sebelumnya, pada tanggal  19 Desember 1948
                       Belanda melancarkan agresinya yang kedua. Sebelum pasukan Belanda
                       bergerak lebih jauh, Van Langen (Wakil Jenderal Spoor) berbisik kepada Van
                       Beek (komandan lapangan agresi II): “overste tangkap Sukarno, Hatta, dan
                       Sudirman, mereka bertiga masih ada di istana”, demikian perintah pimpinan
                       Belanda  terhadap Van Beek untuk menangkap  dan membunuh  ketiga
                       pimpinan nasional kita.


                       Agresi militer II itu telah menimbulkan  bencana militer dan politik, baik
                       bagi Belanda maupun Indonesia. Walaupun Belanda tampak memperoleh
                       kemenangan  dengan mudah, tetapi sebenarnya membayar cukup mahal.
                       Serangan Belanda ini telah menuai kritik dari berbagai negara.































                       Sumber: Gelora Api Revolusi, 1986.
                       Gambar 7.16 Tentara Belanda pada saat Agresi Militer II.





                                                                               Sejarah Indonesia   185
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198